Keluar dari Rumah - Desi #1Day1Dream

Hari ini dan 4 hari ke depan, gue akan menelurkan tulisan yang induknya berasal dari sesama peserta blogging project #1Day1Dream. Peraturannya adalah gue ditugaskan *halah untuk menuliskan kembali mimpi – mimpi mereka berikut komentar positifnya. Menurut gue, teman yang ini sangat bermanfaat karena secara gak langsung komunitas gue yang satu ini (re; KancutKeblenger) menginginkan para anggotanya (re; Kawancut) untuk saling ramah dan menjamah blog satu sama lainnya. Iya yang biasa dikenal dengan blogwalking.

Mimpi pertama yang akan gue ulas adalah mimpi dari seseorang yang bernama….Arifinda D. Putri @adesianap. Gue langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan judulnya yang ‘Keluar dari Rumah #1Day1Dream’. Nah loh, bentar ya gue biasakan ijin dulu sama empunya nih. Sembari nulis ini gue sambil mention-an, ternyata panggilannya DESI anggota Kancut Keblenger region Jakarta. Dah ya kenalannya, sekarang langsung cerita ke mimpinya. Cekiciw ~


‘KELUAR DARI RUMAH’

Adalah mimpi dari Desi yang mungkin lagi jenuh sama rumah. Iya, rumah adalah tujuan semua orang setelah bepergian. Coba lihat sebentar di sekeliling kita, semua orang sibuk berkendara motor, mobil, berjalan kaki, berebut tempat duduk di angkutan umum, mengantri tiket pesawat, berjejalan di anak tangga, kadang besinggungan dengan orang lain. Iya, itu semua karena rumah. Desi sadar sih kalo mimpinya ini bisa buat orang yang membacanya jadi mengernyitkan dahi atau beranggapan absurd mungkin. Yah karena gue juga kadang gitu ya wajar aja sih menurut gue pribadi *nyengirgajah.

Alasan Desi punya mimpi ini adalah bukan karena hal – hal yang buruk kok, Gaes. Bukan juga karena kondisi keluarganya yang gak harmonis, aseli bukan! Bukan juga karena dia stres dengan tingkah adik – adiknya (Nb; Gue tau perasaan lo gimana karena gue juga punya adik). Itu juga bukan alasan. Yah, namanya juga mimpi. Se-aneh apapun itu kalo masuk ke kategori mimpi, yaudah…itu mimpi. Titik. Satu hal yang gue tangkep dari mimpi Desi ini adalah; Dia ingin keluar dari zona nyamannya. Dia ingin pindah dari satu keadaan, dimana hanya dia yang tau dimana dan kapan dia harus keluar. Keluar dari situasi tanpa tantangan, keluar dari rutinitas tanpa hambatan, keluar dari rumah dimaksudkan untuk memperoleh sesuatu di luar sana. Sesuatu yang dia butuhkan untuk bekal pikiran dan bisa saja bekal cerita untuk masa depan. Dan yang pasti sesuatu itu bisa buat dia bangga atau minimal dia bisa bilang, ‘Gue pernah bisa survive di sini’.

Gue gak bisa menyarankan apapun untuk Desi, karena gue pun merasakan hal yang sama. Gila ya, gue bilang kan tadi kalo gue jatuh cinta dengan judulnya. Iya, ini lah alasannya. Gue juga pengen banget keluar dari zona nyaman ini. Ketemu dengan hal – hal yang baru, yang mungkin bisa memberikan gambaran tentang kehidupan di luar sana lalu pulang, dan mencatatnya sebagai pelajaran hidup. Tapi untuk saat ini, gue sendiri mencoba untuk menikmati dan terus bersyukur dengan apa yang ada. Gue selalu punya prinsip untuk jangan mau dikendalikan dengan keadaan, tapi kita lah yang mengendalikan keadaan. Dan bersyukur adalah salah satu cara pengendaliannya.


Terima kasih, Desi. 

6 komentar:

  1. sesekali boleh lah ya pengin pergi dari rumah, tapi balik ke rumah lagi, kan? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya boleh kok boleh gak ada yg ngelarang :D

      Delete
  2. dudududu~ *malah senandung bacanya*

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha kok malah bersenandung ~.~

      Delete
  3. Gue juga suka kepikiran untuk keluar dari rumah. akhir-akhir ini. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ehm..kebetulan ya sama yg gue tulisin :)

      Delete

kalo ada komentar yang bisa memunculkan amarah emosi jiwa raga nusa dan bangsa, jangan marah ya kalo dihapus. boleh juga tulis ide kalian untuk postingan berikutnya di sini.