NOVIA PUSPA SARI; Galeri Handmade #1Day1Dream

Novia Puspa Sari, biasa gue panggil dengan Sari. Kami dulu satu sekolah saat SMP dan SMA. Beda dengan sebelumnya, mewawancarai Sari justru lebih banyak tertawa. Mungkin karena kami memang biasa bercanda saat bertemu. Tentang Sari, pernah gue tuliskan di Handmade bersejarah. Ia dialah teman yang bisa merajut mulai dari nol hingga sekarang bisa membeli mesin jahit sendiri dari hasil karyanya. 



Awalnya Sari kecil tidak punya impian mau maenjadi apa dan bagaimana. Ia mengaku ketika kecil sangat tomboy dan bahkan merasa dibully karena ia tidak pintar. Nilai matematikanya pernah merah dua kali. Sari masih tetap seperti itu hingga ia sadar saat Tuhan mendekatkan mimpinya dengan satu cobaan. Ya, cobaan yang kita kenal dengan kata kehilangan. Apalagi jika itu seorang Bapak, orang yang bertanggung jawab akan kebutuhannya. Ia ditinggal pergi ketika masih kuliah semester 3. Sebagai anak sulung, ia memikirkan nasib ketiga adiknya yang masih butuh biaya sekolah. Hal ini tentu sempat membuatnya sedikit tertekan, bagaimana tidak, ia merasa hidupnya terbalik. Dulu ketika alm. bapak masih hidup, apapun yang ia butuhkan selalu terpenuhi. Selalu, tidak pernah tidak. Saat ini, ia harus memutar otak. Memikirkan kebutuhan keluarga, sedangkan Ibu hanya mengurus rumah tangga.

Walaupun demikian, ia tetap kuliah. Sempat terfikir untuk berhenti saja, lalu bekerja memenuhi kebutuhan keluarga. Tapi mana ada perusahaan yang mau menerima lulusan SMA. Sudahlah. Di jurusan tempat ia menimba ilmu, ya, Jurusan Fisika (MIPA) Universitas Lampung. Ia bertemu dengan salah satu kakak tingkat yang menjual hasil karyanya berupa rajutan. Seketika ia teringat dengan apa yang alm. bapak ucapkan "Kalau orang lain bisa, kenapa kamu tidak?". Akhirnya ia putuskan untuk membeli alat dasar merajut yaitu jarum rajut Tulip nomor 8, benah wol, dan gunting. Niat untuk belajar merajut dengan kakak tingkat terpaksa diurungkan katanya yang bersangkutan sudah menunggu wisuda. Artinya tidak lagi aktif ke kampus. Beruntunglah karena ternyata Sang Ibu bisa merajut walau hanya teknik dasar.

Butuh waktu 2 bulan untuk belajar. Pernah tangannya dipukul karena tangan Sari sama sekali tidak lemas. Kaku. Perlu waktu bagi Sari, karena memang ia merasa tidak pintar. Namun ia terus belajar hingga ada moment yang baginya aneh tapi nyata. Suatu malam ia bermimpi ia bisa menjahit. Paginya setelah sholat ia mengambil jarum dan benang. Dan entah ada kekuatan dari mana, tangannya lemas. Ia bisa merajut! 

Dari mulut ke mulut, adalah pemasaran awal yang ia lakukan. Lalu ia berpikir, jika begini maka usahanya tidak akan maju. Lalu ia berinisiatif untuk belajar dari internet. Ternyata tutorial merajut dari Indonesia sangat jarang, lebih banyak dari  Bahasa Jepang dan Inggris. Sedih, karena kemampuan bahasa asing yang pas - pasan. Lalu belajar membuat blog dan editing photoshop. Hasilnya? Ia punya teman sharing merajut dari berbagai negara yaitu Malaysia, Singapura, dan Inggris.

Tidak berhenti sampai di situ, Sari lalu ikut serta dalam Program Mahasiswa Wirausaha tahun 2012 dan berhasil menempati urutan ke lima. Pernah juga ia diliput oleh buletin natural fakultasnya. Ya, tentu tentang rajutannya.  Sekarang Sari sudah bisa mencukupi kebutuhannya sendiri, membeli rak buku, membeli mesin jahit sendiri. Rumusnya hanya dua yaitu telaten dam sabar. Kedepan, Sari berencana ingin membuat Galeri Handmade dan pakaian muslimah. Semoga terwujud ya, Ri. amiiin.

Jika gue memposisikan diri sebagai Sari. Gue akan terus berinovasi, caranya dengan bergabung dengan komunitas merajut. Sharing dan saling memberi semangat satu sama lain akan sangat membantu perkembangan kreativitas. Karena hobi bukan lagi menyenangkan, tapi juga bisa diuangkan. Hobi tersalurkan, uang pun jalan. Hehe.

Ini dia hasil karyanya:


Mesin jahit yang ia beri nama: Si Putih
Kotak pensil yang langsung gue beli

Syal rajut
kura - kura lucu

Sepatu rajut 

kaktus rajut




"Alm. bapak dan Ibu adalah motivatorku. Selalu percaya bahwa semua orang pasti sedang berjuang dengan mimpinya dan hanya akan berhenti jika undian kematian datang. Aku percaya bahwa siapa yang berusaha maka dia lah yang mendapatkan. Manjadda wajadda."

Terima kasih, Sari. Semoga mimpi terwujud. semangaaat!!! kalo ada yg mau melihat karya sari selanjutnya bisa klik disini.http://noviarajutan.blogspot.com

4 komentar:

  1. wah lucu-lucu handmade nya, aplai yang kura-kura. Aku sukaaaa >///<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya doong. Sebenernya masih buanyak loh karyanya, ada boneka jepang, ada pounch, wih keren lah.

      Delete
  2. Ini bener-bener kreati mbak, dan bisa dijadikan mata pencaharian. Mau lihat katalog-katalog produknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya yah. Boleh. Coba klik aja tautan yang ada di bawah itu mas Dani.

      Delete

kalo ada komentar yang bisa memunculkan amarah emosi jiwa raga nusa dan bangsa, jangan marah ya kalo dihapus. boleh juga tulis ide kalian untuk postingan berikutnya di sini.