NURUL HANIFAH; Learning by Cooking #1Day1Dream

Orang yang pertama gue tulis adalah Nurul Hanifah, mungkin kalian yang udah terbiasa baca tulisan gue gak asing dengan nama ini. Bukan pilih kasih, bukan juga nepotisme *halah tapi gue punya alasan yang kuat untuk menuliskannya dengan mimpi yang sedang ia jalani saat ini. Menimbang beberapa waktu lalu, gue sempat menangkap dari peserta lain/pembaca blog gue yang masih sekolah lalu bingung, resah, gundah dan gelisah hendak melanjutkan kemana. Maka dialah orang yang tepat untuk menjawab rasa ketidak-nyamanan itu.



Berawal dari pertanyaan sederhana tentang kesan pertama ketika gue meminta kisahnya akan ditulis, dia menjawab santai dengan dalih persahabatan yang sudah bertahan hampir 6 tahun ini. Kisah ini dimulai dari mimpinya sejak kecil yang ingin menjadi dokter hewan, yang kemudian dia sadari kalau profesi itu butuh kapasitas otak yang lebih dari orang kebanyakan. Mimpi itu berubah saat ia menginjak bangku SMP ketika ia jatuh cinta dengan pelajaran Bahasa Inggris. Mimpi menjadi guru bahasa Inggris didasari dengan latar belakang pendidikan kedua orang tuanya; Ayahnya seorang dosen dan Ibunya guru. Keduanya berkecimpung dibidang yang sama; Fisika. Dengan dorongan itu ia semakin berhasrat ingin menjadi guru tapi tentu bukan Fisika minatnya. Sebenarnya ia pernah di drop-out dari tempat bimbingan belajar bahasa Inggris, tapi mungkin ada kekuatan bulan tekad yang besar muncul menyeruak lalu tersinkronisasi dengan otak *halah. Tiba – tiba ia cerdas. Hasil ulangan harian Bahasa Inggrisnya paling besar di kelas. Hingga menyulap teman – teman sekelasnya dari cuek jadi mendadak baik. Hvft. Semua terasa sempurna sejak itu, hingga suatu hari ketika pengumuman SNMPTN tahun 2009 mengacaukan segalanya.

Ia tidak lolos pendidikan guru di Universitas Negeri Jakarta. Takdir berkata lain. Impiannya pupus saat itu juga. Setelah bertahun – tahun menempuh pendidikan dari SMP hingga SMA dengan mimpi yang sama; seketika…PLASH! Hilang. Hari – hari menjadi pengangguran diisi dengan hobinya yaitu makan. Setelah itu ia mendatarkan diri ke IAIN jurusan bimbingan konseling dengan berbekal kata; iseng. Karena merasa memang bukan jiwanya di sana, Nurul jadi ogah – ogahan ke kampus dan memilih jadi pengangguran (lagi) di rumah. Baginya, memasak di rumah lebih menyenangkan karena sekaligus bisa menambal hobi makannya.

Setiap hasrat ingin makan datang, ia berprinsip untuk membuat makanan itu sendiri. Tidak ingin merepotkan Ibunya apalagi Ayahnya. Ya, Ayahnya. Beliau lah yang paling juara memasak di rumah. Kegiatan rutin itu berjalan seperti biasa hingga suatu hari tantenya berkata, ‘Mbak, kan bisa masak? Kenapa gak sekolah tata boga aja?’ Orang tua sempat tidak setuju, lalu ia berinisiatif untuk melakukan sholat istikhoroh (untuk meminta petunjuk tentang pilihan antara keguruan atau tata boga). Dan keajaiban doa datang malam itu juga; ia bermimpi sedang memasak. Dan itu titik baliknya, mantap dengan tata boga.

1 tahun kemudian, ia mendaftarkan diri ke Universitas Negeri Semarang jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Tata Boga tentunya. Di sela – sela sesi wawancara, gue bertanya tentang satu hal yang mengusik di kepala gue sekitar 6 tahun lalu. Tentang buku yang gue temukan di atas meja makan di rumahnya. Kala itu dia memasak 2 bahan yang amat sangat populer di muka bumi; mie instan dan tempe. 2 bahan itu disulap menjadi bola – bola mie isi tempe. Buku itu adalah buku pemberian Ayah kepada Ibunya sebagai hadiah pernikahan. Manis ya? Umurnya pun lebih tua 1 tahun dari Nurul. Buku itu dicetak terakhir tahun 1990. Saat ini ia bawa ke Semarang. Bahkan menjadi ‘sejata rahasia’ sebab semua resep lengkap di situ, mulai dari masakan nusantara, oriental, kontinental, cake, kue kering, table manner, industri boga, hingga peralatan masak lengkap. Resep yang dosennya gak tau pun ada di situ. Ini penampakannya;



Dan ini beberapa hasil masakan terbaiknya;


sushi isi rendang


selat solo



chiken kurma; makanan khas Bangladesh


Pasayam; kudapan khas Singapura


Mimpinya adalah bekerja di dapur profesional dengan minimal memasak untuk 1000 orang, bekerja di hot kitchen, memasak untuk presiden dan satu yang terbesar adalah bermimpi menjadi Ibu yang bisa memasak apapun permintaan suami dan anaknya kelak. Alasannya hanya ingin membahagiakan setiap orang yang memakan masakannya. Senyuman setiap orang itulah sebesar – besarnya imbalan baginya. Jika gue memposisikan diri sebagai Nurul, mungkin gue sekarang udah jadi agen snack-nya ibu - ibu pengajian, atau mungkin bisa titipin kue kering di warung - warung. Ini serius, seenggaknya ilmu yang udah didapet bisa dimanfaatkan dan bisa di-uang-kan. Mulai dari hal sederhana, siapa tau bisa jadi hal besar yang gak terduga.

Choose your step before you go. Teguh menentukan langkah itu bukan cuma tau harus kemana dan lewat mana. Tapi juga harus tau bagaimana dan sadar dan siap dengan segala resiko yang pasti terjadi. Gak boleh mundur, karena langkah itu kita sendiri yang menentukan. Kalau sampai mundur artinya kita kalah, kalah sama diri sendiri. Dan kekalahan terbesar menurut Nurul adalah kalah sama diri sendiri” - Nurul Hanifah



Terima kasih, Nurul.

8 komentar:

  1. aku memang ga suka masak, tp nth napa, pengeeeeen bgt ankku ntr yg nerusin impian utk jd chef trkenal :D Jdi chef itu sbnrnya keren bgt...udh bisa masak enak, kerja kalo beruntung bisa di hotel2 LN ato buka restoran sndiri.. trs kalo ngeliatin mrk lg demo d tv kyknya gampang bgt yaaa...kenytaan pas nyoba, hasilnya ancur parah -__-

    ReplyDelete
    Replies
    1. lho bisa gitu yaa? AMIIIINNN. tapi kalo emang gak bakat mau masak apa aja mah jadinya gak enak sih hihihhi makasih ya udah ninggalin jejak di sini :)

      Delete
  2. Aaaghh gue hobi banget masak...dan selalu ngiler untuk lebih belajar tentang masak. sekarang bidang tata bofa punya kans yang oke banget dan bergengsi ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya gih belajar gih. biar suami betah di rumah haha

      Delete
  3. enak-enak kayaknya, kirimin dong mbk.hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Minta sama mbak nurulnya hihi :)

      Delete
  4. kok jadi laper siih....
    mampir ke katamiqhnur.com yaa...
    hehehe....

    ReplyDelete
  5. wiih bikin ngiler kak :))

    aniwei kakak dapet award nih :) http://diarilogue.blogspot.com/2015/01/eh-kena-giliran-liebster-award.html

    ReplyDelete

kalo ada komentar yang bisa memunculkan amarah emosi jiwa raga nusa dan bangsa, jangan marah ya kalo dihapus. boleh juga tulis ide kalian untuk postingan berikutnya di sini.