Are you real friend or fake friend?

Sumber dari sini


Itu adalah salah satu postingan gue dahulu kala, bisa dilihat itu ditulis hari sabtu, 17 Desember 2013 (ini gue masih jomblo). Terinspirasi dari film korea, Dae Jang geum. Satu - satunya film korea yang buat gue tergila - gila karena di film itu dibungkus apik dengan pesan moral terhadap orang tua, negara, passion, semangat belajar, kesabaran, dan yang pasti persahabatan. Ada 54 episode dan gue udah nonton belasan kali tanpa bosan. Nah, yang gue posting itu ada di episode 5 ketika Jang geum dimusuhi semua teman - temannya, dan hanya Youn seng yang bersedia menemani. Dengan resiko ikut dimusuhi oleh yang lainnya. Manis ya? :)


Jangan bingung karena arah tulisan gue menyangkut hal itu, kok. Tentang teman sejati dan teman KW. Hayo siapa yang pernah menemukan spesies yang KW? Ketika kita sudah tulus ingin berteman baik, tapi justru dia pergi saat dibutuhkan dan datang saat membutuhkan. Mari bersama - sama kita mengucapkan; Di situ kadang saya merasa sedih

tambahan dari real friend gue nih :D


Tapi tenang! Gue di sini akan membongkar ciri - ciri mana teman yang asli dan mana yang palsu. Dilihat, di raba, dan diterawang aja gak cukup gaes. Pokoknya kalian harus mengingat dengan baik apa yang gue jabarkan di bawah ini. Gimana sudah siap? Oke langsung saja.


CIRI PERTAMA

Fake Friend : Never ask for food
Real Friend  : The reason you have no food

Misal kalian udah lama banget gak makan batagor goreng dari jaman baru lahir, misalnya. Udah ngantri panjaaaaang banget. Terus pas udah dapet, kalian baru makan satu gigitan. Eh, teman kalian datang tiba - tiba mungkin jatuh dari surga dihadapanmu #EIIYAA. Terus dia main samber aja batagor goreng itu sampai sisa satu mili diameter batagor goreng. Khusus buat lo seorang. Keliatannya emang gak tahu diri sih ya? Tapi inilah yang gue maksud dengan Real Friend. Dia gak akan sungkan gangguin kalian makan. Entah karena laper juga mungkin atau memang udah niat dari rumah mau ngerjain pas ketemu. Tujuannya apa? Supaya dapet moment menyenangkan bersama kalian. Bisa aja kan di tengah kelaparan itu kalian bisa rebutan batagor goreng. Kemudian bisa dingat sepanjang masa, cuma karena batagor goreng kalian jadi adu panco, misalnya. Daripada gak pernah nanya apalagi peduli mau makan apa. Ya kan? Bahkan kalian bisa saling gak tahu kalau misalnya salah satu diantara kalian ada yang alergi batagor goreng. Itulah bedanya. Fake friend biasanya jaim mau minta. Padahal bunyi perutnya dari 5 meter aja udah kedengeran.

Sementara itu.....

*nulis ini gue jadi laper*


CIRI KE DUA

Fake Friend Call your parents Mr/Mrs
Real Friend  Call your parents Dad/Mom

Jadi mau kalian anak bapak sama emak kandung di rumah masing - masing. Tapi ketika menyapa orang tua teman dengan sebutan yang sama. Bukan Om atau Tante, Pakde atau Bude. Tapi persis sama dengan panggilan sehari - hari yang kita gunakan. Bukan buat menjilat supaya terlihat lebih akrab. Tapi memang begitulah kalian nyaman memanggilnya. Bukan dibuat - buat. Atau malah kalian menganggap 'gue anak kesayangan bapak sama emak lo'. Saking udah nyamannya. Beda sama teman yang masih manggil Om atau Tante. Berasa keren sih, tapi ya....berasa aja bedanya. Ya gak?


CIRI KE TIGA

Fake Friend Never seen you cry
Real Friend  Cry with you

Ada temannya yang lagi sedih, malah sibuk sama gadget sendiri. Temannya lagi curhat, malah balik curhat. Lebih banyak lagi curhatnya, sampe lo sendiri lupa mau cerita apa. Gak jadi sedih itu mah, yang ada malah KZL (re: kesel). Pas lagi dibutuhiiiiiiin banget, butuh banget sampai ke ubun - ubun. Eh, adaaaaa aja alasannya untuk gak bisa ketemu. Jangankan ketemu, sekedar chat pun, gak dibaca. Telpon gak diangkat. Dengan berbagai alasan selain tangannya patah dua - duanya sampe gak bisa bales chat atau angkat telpon. Beda dengan teman yang ketika dibutuhkan langsung datang tanpa ba bi bu, tanpa bertanya ini itu. Cukup menyediakan pundak, lalu diam dan menangis bersama. Setelah selesai menangis, ia pun tidak memaksakan kalian untuk bercerita saat itu juga. Ia menunggu waktu kalian akan siap bercerita. Kapanpun itu.


CIRI KE EMPAT

Fake Friend Know about you
Real Friend  Write a book about you

Nah, ada yang menarik di sini. Teman yang palsu biasanya jika ditanya tentang kita. Cuma bilang dia suka warna merah, suka makan coklat, suka sama beruang, gak suka dibohongi, makanan favoritnya jengkol, dan seterusnya yang umum - umum saja. Beda sama teman yang bisa menjawab dengan panjang lebar sampe bisa dibuat buku. Ketika ditanya tentang kita dia bisa jawab, misalnya gini: "Riana itu cantik, cakep, anggun, kalem, manis, tapi kalo udah kenal sama orangnya kalian bisa mencoret semua yang gue ucapkan tadi. Lihat aja coba dari dia kalo ngomong, udah nyakitin telinga, cempreng kayak kaleng rombeng".

Nah jadi, biasanya teman yang asli itu akan 'bercerita', bukan menjabarkan per poin. Bahkan gak peduli mau orang yang bertanya itu dengerin apa gak, kalian tetep nyerocos aja gak berenti - berenti. Hvft.


CIRI KE LIMA 

Fake Friend : Are around for a while 
Real Friend  : Are for life

Mau kalian masih miskin - udah kaya, masih oon - udah pinter, masih jelek - udah cakep. Semua gak ngaruh bagi teman yang sejatinya teman. Dia akan tetap di sekeliling ketika semua orang menjauh. Dia akan tetap di samping kita sekalipun kita dalam kesusahan, keterpurukan, dan apapun itu yang menyebalkan. Dia berteman untuk seumur hidup. Bukan dia orangnya, jika cuma berada di saat kalian senang. Kalian banyak uang. Kalian terkenal. Tapi begitu kalian jatuh, berada di kondisi terbawah, dia pergi. Dan ketika kalian sudah bisa bangkit, pastikan orang yang seperti ini kita titipkan saja dengan alien. Letakkan di lubang hitam yang paling hitam dari yang pernah ada. Karena orang yang kayak gini, ngelebihin tuna netra. Penglihatan yang rusak bukan cuma matanya, tapi juga hatinya. 


CIRI KE ENAM 

Fake Friend Say 'I love you' in a joking manner
Real Friend  Say 'I love you' and they mean it

Pas lagi becanda biasanya si KW bilang 'gue kan peduli sama lo' atau 'gue kan sayang sama lo'. Beda sama yang pas lagi becanda bilang 'ngapain gue peduli sama lo, dih kayak gak ada kerjaan lain aja'. Padahal prilaku yang ditunjukkan jelas - jelas memberi tanda bahwa ia peduli. Eh, pas diledek malah gak mengakui. 

Teman sejati gak akan mudah bercanda dengan kata - kata itu. 'Peduli' dan 'sayang' adalah dua kata yang seharusnya ditunjukkan, bukan diucapkan. Apalagi saat sedang bercanda. Dia akan mengeluarkan kata - kata itu pada porsi yang tepat. Bukan di sembarang tempat.


CIRI KE TUJUH

Fake Friend : Will read this post
Real Friend  : Will steal this post

Gue percaya, kalian yang memiliki teman sejati akan mencuri beberapa kata atau kalimat dari postingan ini. Bukan diam saja, hanya membaca, dan gak memberi satu kata pun untuk orang yang kalian anggap teman. Postingan ini dibuat pun dari hasil curian. Dan buat gue, ilmu adalah hasil curian yang bermanfaat. Apapun jenis ilmunya, dimanapun kita mendapatkannya, dan kapanpun kita memperolehnya. 

...


Semua kembali ke pribadi masing - masing. Jika setelah membaca postingan ini lalu masih ragu dengan 'teman'. Coba cek mereknya, asli atau KW. Cek juga, sudah dianggap sejati atau malah sendirinya yang KW. Tapi mau gue tambahin juga nih, teman gue bilang: terkadang yang kita pikir KW bisa juga berubah seiring berjalannya waktu dan keadaan.

"Bercermin, bukan cuma dengan cermin. Bisa bercermin dengan alam. Bercermin dengan anak kecil. Bercermin dengan orang - orang yang kurang beruntung. Bercermin dengan orang sukses. Tapi, jangan lupa bercermin dengan diri sendiri."



So, are you real friend or fake friend?

27 komentar:

  1. Berarti sekarang g udah g jomblo ya ? *ehh tapi memang ada real friend and fake friend

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya udah gak jomblo (kok salah fokus ya abang ini -_-) hehehe iya memang ada :D

      Delete
  2. Duh gusti, kayaknya gua fake friend dah -__-

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayooo berubaaaaaaaaaahh! power ranger merah beraksi :D

      Delete
  3. Gue baru bisa real sama satu orang. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue pun ke beberapa orang. Gak mungkin juga semua orang hahaha

      Delete
  4. Ada satu sobat yg bnr2 real, tapi udah ga ada oragnya. poin poin yg lobtulis plek bgt sm yg pernah gue alami dl. Ah dasar cewek sarap bikin gue melow aja. Ahaahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. orangnya kemanaaaaa gi? pukpukpuk pake sekop ah :D tumben bisa melow

      Delete
  5. sedap kak kata-kata terakhirnya (Y)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sedap ya? boleh nambah kok :D

      Delete
    2. ditunggu postingan selanjutnya kaka :D

      Delete
  6. menurutku ini bisa jadi perbedaan mana teman mana sahabat... mana yang emang deket sama kita mana yang engga.

    Btw, Nice post suka tulisannya^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak bener. Ini khusus buat yang terlanjur mengaku sahabat tapi belum punya ciri2 di atas. Makasih kak ^^

      Delete
  7. Di satu sisi aku merupakan real friend. DI tempat lain, aku bisa jadi fake friend. Tergantung lah itu pada siapa aku berteman. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha iya ikka, aku pun begitu. Tapi ini aku maksudkan untuk orang yang mengaku sahabat tapi belum punya ciri2 itu :D

      Delete
  8. ciri keempat itu menarik mbak :)
    sama kayak beda sahabat n teman dekat
    antara bro sis dan kamu anda...

    ReplyDelete
  9. mbak riana, komentar2nya udah aku kasih tau lewat bbm kan ya haha X) baru bisa komen nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha dik fandhy. sampe komentar lagi di sini. aku rapopo :D

      Delete
  10. what a true story.
    makanan gue kalau lagi istirahat sekolah, sering banget dicomotin -___-
    hahaha, real friend memang sesuatu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahaha pasti kesel ya? Tapi itu yang buat makin akrab :3

      Delete
  11. ah...lucu mbak. saya apa ya? hmmm... ada sih teman yg saya ke dia berlaku real friend. tapi dianya ga begitu ke saya. gimana tuh...

    ReplyDelete
  12. Betul banget semua cirinya.

    ReplyDelete
  13. bingung deh, aku nya yang fake atau dia nya yang fake...

    ReplyDelete

kalo ada komentar yang bisa memunculkan amarah emosi jiwa raga nusa dan bangsa, jangan marah ya kalo dihapus. boleh juga tulis ide kalian untuk postingan berikutnya di sini.