jangan pernah lelah

Bukan sekali atau dua kali aku berdiri menatap punggungmu pergi. Bukan hal yang bisa membuatku takut atau bahkan sendu. Aku sudah biasa seperti ini. Kamu pergi bukan sekali atau dua kali. Kamu pergi bukan untuk satu atau dua bulan. Tepatnya kamu pergi untuk satu atau dua tahun, atau lebih dari itu.

"Kamu baik - baik, yah. Jangan sampai tenggelam di lautan."

Satu pesan rutin yang ku layangkan melalui pesan singkat. Dia pasti akan menjawab akan baik - baik saja seperti biasanya. Dia kekasihku sejak masih berseragam abu - abu. Dia laki - laki yang sama sekali tak pernah menyakiti hatiku dengan wanita lain. Dia menjaga hatinya dan hatiku secara bersamaan. Tanpa pernah menyayangkan jauhnya jarak yang terbentang saat ini. Pesan singkat balasannya masuk, aku buru - buru membukanya.

"aku akan baik - baik saja. Masih sama seperti 6 tahun lalu. Tunggu aku, jangan pernah lelah. Jangan pernah."

Aku tak menyangka ia membalasnya dengan kalimat yang berbeda. Tidak seperti biasanya. Ah, biarkan saja.

....

Satu tahun berlalu.


Dua tahun berlalu.


Tiga tahun berlalu.


Empat tahun berlalu.


Saat ini, sudah lima tahun berlalu. Aku saat ini 28 tahun, sedang menanti kekasih yang berpesan untuk jangan pernah lelah. Jangan pernah. Bagaimana mungkin aku masih bisa menunggu? Sementara sebayaku sudah menimang anak satu bahkan dua. Sedangkan aku?

Bahkan aku sudah tidak memikirkan bagaimana keadaanku.  Apakah dia baik - baik saja? Apakah dia tenggelam? Apakah pelayarannya terhenti di tengah jalan? Bagaimana bisa tak ada kabar hingga hari ini? Bagaimana jika ia tidak kembali? Tapi...lagi - lagi aku ingat. Dia hanya berpesan untuk jangan pernah lelah. Aku percaya itu. Bahkan bukan hanya 5 tahun. Mungkin saja 1000 tahun. Ah, entah lah. Aku hanya ingin ingat 'jangan pernah lelah' darinya. Entah sampai kapan.


~



2 komentar:

  1. Baca ini langsung inget lagu jikustik "walau harus menunggu, 100 tahun lamnya..." iyakali kelamaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. WAAAA memang itu temanya Dani :D

      Delete

kalo ada komentar yang bisa memunculkan amarah emosi jiwa raga nusa dan bangsa, jangan marah ya kalo dihapus. boleh juga tulis ide kalian untuk postingan berikutnya di sini.