Lelucon Malam Hari

Ah, malam hari lagi. Lagi - lagi bertemu dengan akibat dari rotasi bumi. Bukan tak bersyukur, bukan juga mau menukarnya dengan matahari. Sejujurnya aku suka malam hari. Satu - satunya halaman gemintang di atas sana dengan bulan sebagai lampu taman. Indah, iya, aku sudah tahu itu.

Tapi bagaimana jika malam mendatangkan gulana, teman dari rasa gundah. Terkadang malah mereka bertamu bersama - sama. Kamu ingin berucap menyebalkan? Nah, seperti itulah rasanya. Jika sebelumnya jujur berkata suka, namun saat ini ingin berucap menyebalkan.

Malam hari memang memiliki sejuta firasat. Kadang ia datang dari mimpi yang terselip diantara pasukan pengantar tidur. Bisa juga datang di tengah kesibukan memejamkan mata. Jujur suka, tapi malah membawa mata jadi terjaga. Benar - benar menyebalkan.

Pernah merasakan yang seperti itu? Atau pernah juga merasakan suka dan sebal secara bersamaan? Bukan, bukan dengan malam. Tapi dengan dia yang juga ikut - ikut mendatangkan gundah gulana. Biar aku menebak, pasti pernah, bukan? Aku pun iya. Tak apa, mengaku saja. Ucapkan dalam hati jika tak ingin ada yang mendengar.

Percayalah, dia akan seperti malam hari. Setia pada rotasi bumi, menebar berjuta firasat, mengantar tidur, membelai mata, menelisik mimpi, atau sesekali menertawai muka sebal.

Dan malam ini, ia sepakat dengan malam. Berdua bersekongkol, berdua menyebalkan. Apa sekarang mereka tertawa? Mungkin. Anggap saja kita sumber lelucon. Hasil dari bercanda dengan sekumpulan rindu.

Ya, aku rindu. Sudah, jangan banyak tertawa.


14 komentar:

  1. Iya, aku rindu. Aku ikutan ya..

    ReplyDelete
  2. aku ketawa aja boleh kan? Heheu

    ReplyDelete
  3. ikutan ngakak ah hehehe.
    i like it :)

    ReplyDelete
  4. Say, ada beberapa kata yang diulang jadi feel nya kurang dapet. Lebih suka tulisan yang sebelumnya say

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nulisnya sambil merem gi. Hahaha :D

      Delete
  5. Aku tertawa karena rindu, iya rindu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. leluconnya sudah menular ya bang? :)

      Delete
  6. Ketawa boleh tidak mbak? HAHAHA *dibakar mbak riana*

    ReplyDelete
  7. suka dan sebal secara bersamaan itu ........ ahaha
    ya sudahlah, lebih baik kita tertawakan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahahahahahahaha itu sebenernya sedih loh

      Delete

kalo ada komentar yang bisa memunculkan amarah emosi jiwa raga nusa dan bangsa, jangan marah ya kalo dihapus. boleh juga tulis ide kalian untuk postingan berikutnya di sini.