Jangan Ngaku Anti-mainstream Kalo Masih Begini

Hoooaam. Serasa bangun dari tidur yang panjang nih karena gue menyadari kalo di bulan Maret ini tulisan gue yang absurd jarang banget atau malah gak pernah muncul ke permukaan. Gue pun kangen sendiri sama tulisan gue. Itu normal apa gak ya? Biasanya orang - orang kangen sama pacarnya, atau sama gebetannya, atau sama mantannya. Ini gue ngerasa gue kangen sama diri gue sendiri. Anti mainstream. 

Sesuai sama judul, kali ini gue mau bahas tentang  anti mainstream. Sebagian orang yang punya jiwa ingin berbeda dari sebagian yang lain akan menyebut dirinya sebagai si pelawan arus. Intinya orang yang memiliki predikat anti mainstream adalah orang - orang yang punya pemikiran gak seperti 'orang' kebanyakan. Mungkin akan lebih jelasnya begini, jika dikotakkan dengan bahan pikiran semisal "FASE HIDUP"

Si mainstream :  

Lahir - Bocah - Remaja - Alay - Dewasa - Kerja - Nikah - Punya Anak - Tua - Mati

Si Anti mainstream

Lahir - Bocah - Nikah - Remaja - Dewasa - Alay - Punya Anak - Tua - Mati - Gak usah kerja

Yaudah. Itu cuma contoh aja, jangan ditiru. Pokoknya orang - orang yang punya jiwa anti mainstream bakalan bertindak sesuai dengan arah pemikirannya sendiri dan berbeda dengan orang kebanyakan. Nah, kalo kamu udah merasa seperti itu coba jangan buru - buru melabelkan diri sebagai pelawan arus sejati. Simak dulu poin - poin di bawah ini;


Jangan Ngaku Anti-mainstream Kalo Masih Begini

1. Follower Musiman

Kamu mungkin gak sadar, atau niatmu adalah untuk gegayaan. Padahal itu mencerminkan kalo pribadimu ya gak punya sisi anti mainstream. Dan yang gue heran nih, atmosfer musim di Indonesia itu gak cuma musim hujan sama musim kemarau aja. Entah lah, gue juga pusing mikirinnya. Musim punya banyak akun sosmed; ikutan. Dan semua akun itu disambung - sambungin. Misal; Path ke Twitter, Instagram ke Twitter, Instagram ke Facebook, Twitter ke BBM, BBM ke Neraka. 

Entahlah gue masih gak maksud banget sama orang yang begini. Mungkin sih ya mungkin, intinya menghemat energi karena sekali pencet langsung ter-apdet semua. Tapi yang ngeliat itu loh berasa -nge-junk banget. Karena banyak orang yang menggunakan cara simple tersebut maka bertebaranlah sampah - sampah di dunia maya ini. Pokoknya ada apa pun yang lagi musim, selalu diikutin. SE~LA~LU.

Kalo gue pribadi sih, agak gimana gitu kalo merhatiin generasi muda jaman sekarang. Kebanyakan disibukkan dengan eksis ini - itu, galau sana - sini, bukan sibuk merajut impian atau cita - cita. Atmosfer yang gue rasa cukup membius banyak orang ini yang kadang bikin gue suka mikir dan penasaran dengan potret Indonesia 10 tahun ke depan. Bukan gue bermaksud pesimis sih, cuma kadang metode 'ikut - ikutan' itu jadi sebuah sikap. Bukan lagi sekedar lucu - lucuan belaka. 


2. Mengambil Keputusan Seperti Orang Kebanyakan

Sering banget nemu pertanyaan tentang ini di lembar psikotest. Kalo kalian merasa dalam memecahkan solusi dan permasalahan dengan cara yang banyak orang ambil. Itu artinya masih belum bisa dibilang anti mainstream. Orang yang menganut aliran pelawan arus biasanya punya cara tersendiri untuk mengatasi masalah, namun juga tidak mengesampingkan keakuratan solusi dari masalah tersebut. Berat ya omongan gue?

Misalnya gini: kalo orang biasanya turun dari atap rumah pake tangga. Si anti mainstream turun dari atap pake pingsan. Iye, koprol. Kalo kamu ngaku anti mainstream tapi masih turun dari atap rumah pake tangga, artinya kamu belum berhasil, Nak. Coba lagi.

Tapi yang jelas sih gaes, apapun masalah yang ada pasti ada jalan keluarnya. Pasti ada solusinya. Gak perlu deh lo pantengin status Pak Mari* T*g*h tiap hari. Karena sebenarnya tingkat berat atau ringannya suatu masalah ada di dalam pikiran. Masalah kecil, bisa aja jadi beraaaattttt banget kayak dosa. Masalah besar, bisa enteeeeeeng banget kayak upil. Semua itu tergantung pikiran. Nah, kalo bisa sih jangan suka banding - bandingin cara seseorang untuk memecahkan masalah. Karena biasanya setiap orang punya cara tersendiri. Apalagi kalo si anti mainstream, bisa dibilang cara dia aneh. Tapi biarlah, toh jadi anti mainstream gak dosa. Huehue.


3. Masih punya ARTIS IDOLA

Artis, keliatannya hidupnya enak. Nongol di tv, nangkring di radio, sliwar - sliwer di infotainment, barangnya branded...hvft. Itu wajar. Menurut gue, itulah jenis pekerjaanya. Itu juga dari luarnya doang. Jangankan artis, penyiar radio aja yang kagak keliatan itu mukenye gimane. Mereka akan meletakkan semua masalah di luar ruang siaran. Apalagi yang kudu akting, kudu diliput, dan kudu - kudu yang lain. Kalo kalian ngaku anti mainstream tapi masih punya artis idola, dalam artian sampe wallpaper hape pun mukanya sang idola. Lo belum bisa dibilang anti mainstream

Karena biasanya si pelawan arus akan mengagumi objek, bukan subjek. Misal nih, denger lagu JKT48, sukaaaa banget sampe ubun - ubun. Tapi suka karena lagunya, bukan karena member JKT48-nya. Sukaaaaa banget sama ayam, tapi cuma suka sama dagingnya. Bukan suka sama ayamnya. Kecuali kalo ayamnya yang gak suka sama kamu -_-

Si anti mainstream biasanya gak akan mengikuti cara dan perilaku orang lain apalagi hanya artis. Bagi mereka, cara dan perilaku ya hanya mereka yang punya. Bukan meniru apalagi berpura - pura meniru orang lain. Gitu.


4. Masih Berpikir Kalo Dunia Ini Sempit

Bro, Gaes, Coy. Mungkin kita sering berkelakar dengan mengatakan 'Ih gila ya dunia ini sempit banget' ketika bertemu dengan seseorang yang circle-nya bersinggungan dengan hidup kita. Tapi sebenarnya, dunia itu luas. Luas banget. Ada banyak celah yang bisa kalian ambil dari bagian bumi manapun. Ada banyak sisi yang bisa kalian ambil dari udara yang membentang dan dihirup gratis ini. Mengapa gue bilang begini, karena biasanya si pelawan arus punya makna tersendiri di balik celah dan sisi semesta. Ada begitu banyak inspirasi yang bisa diambil untuk menggambar sifat dan mewarnai sikap. 

Gue punya satu pemikiran yang apik dari salah satu dosen favorit gue, beliau bernama Dr. Saiful Hikam. Kami biasa menyebutnya dengan panggilan Pak Dewa dengan pemikiran - pemikirannya yang cuma dia seorang yang punya. Coba bayangkan, kami diajarkan tentang bagaimana cara mengendalikan hama. Baik secara teori maupun praktek, tapi Pak Dewa mengajarkan kami dengan cara yang berbeda. Berbicara dengan belalang, itulah caranya. 

"Belalang, silakan makan. Tapi tolong sisakan untukku. Jangan dihabiskan"

Cara ini berkali - kali beliau gunakan dan memang...tidak semua daun dimakan. Haha. Katanya, belalang juga butuh makan. Jangan kita menjadi manusia yang semena - mena, jangan asal menyemprot insektisida ke sana - sini. Cara dan pemikiran yang unik. Melalui belalang, beliau bisa mengambil sikap untuk tidak semena - mena. Itu kepada hewan, apalagi dengan sesama manusia. Mikir.


5. Mengabaikan Kesederhanaan

Si pelawan arus biasanya punya pemikiran sederhana dari setiap keputusan besar yang ia ambil. Bahkan terbawa hingga ke kehidupan sehari - hari, baik pembawaan dan berpakaian. Coba lihat Pak B.J. Habibie, beliau bisa beli syal dari sutra terbaik dan termahal di dunia ini. Tapi beliau malah selalu memakai syal berupa selendang peninggalan almh. Bu Ainun. Pemikiran yang sederhana, alasan yang sederhana dan terbawa hingga keseharian. Manis yah.

Pernah dengar bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik? Tapi kalo mau anti mainstream dengan sesuatu yang serba lebay silakan aja sih. Hehehe. 


6. Takut Berbeda

Coba perhatikan, artis kalau mau terkenal pasti harus berbeda dari yang lain. Harus punya sisi yang berbeda dengan orang lain. Sebenarnya kita, manusia biasa a.k.a bukan artis juga harus punya sisi yang berbeda jika mau dikenal oleh orang lain. Terutama untuk dedek - dedek gemez yang masih mencari jati diri nih, coba kenali diri kalian. Jangan ikut - ikutan teman terus. Kalau teman kalian suka poto OOTD (Outfif of The Day) di Instagram, banyak dapet lope - lope. Karena di Indonesia OOTD bisa diartikan 'orang - orang tukang dandan'. Gak heran kalau poto pake hastag ini pasti pada cakep - cakep. Biasanya kalo cakep - cakep bisa dapet lope - lope banyak. Kalau mbak Dian Pelangi suka OOTD, itu karena memang pekerjaannya mengharuskan diri untuk OOTD di berbagai tempat. Jangan jadi ikut - ikutan karena pingin lope - lope banyak lalu mengharuskan diri untuk bisa OOTD dengan segala cara, semisal ngebegal orang. Jangan aja deh. 

Tapi emang belum ada sih nih cowok - cowok yang mainan hastag OOTD, coba dong cowok - cowok nih mana? Anti mainstream bikin OOTD biar cewek - cewek yang zomblo bisa cuci mata. Jangan takut berbeda, paling ngetril dikit jari kelingkingnya. HAHAHAHAHA SESAT. Oke, skip.

Apapun lah, si pelawan arus biasanya gak takut untuk berbeda. Baginya, perbedaan adalah keindahan. Bukan permasalahan.


***


Anti mainstream bukan untuk dibangga - banggakan sih, tapi kita jadi lebih punya warna dari diri sendiri. Bukan warna dari orang lain. Punya sikap dari pemikiran yang sederhana, belajar dari celah dan sisi semesta dengan kacamata yang berbeda. Punya keistimewaan yang mungkin orang akan bisa mengenal kita dengan hanya satu kata atau satu benda. Perbedaan itu indah, benar - benar indah. Negara kita aja udah anti mainstream, negara lain tuh cuma punya satu atau dua bahasa. Tapi kita punya 546 bahasa. Suku bangsanya kita punya 1.340. Kalau di negera lain, petani - petani pada kaya raya. Kalau di Indonesia, petani ada di bawah garis kemiskinan. Huh. Kalau di negara lain, cabe adanya di ulekan. Di negara kita, cabe adanya di fly over. Gila kan? Heuh.


Jadi, masih ngaku anti mainstream?




Riana. 23 Tahun. Lagi kegerahan.

12 komentar:

  1. kayaknya alay itu termasuk anti mainstream... soalnya, bisa jadi mereka dari planet lain.... jadi sepertinya kurang tepat kalau alay ada di kelompok mainstream... bahkan kurang cocok untuk keduanya... hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan dianggap serius kak. Alay udah masuk ke fase masa sebelum dewasa kak jaman sekarang hahahaha

      Delete
  2. Sekarang yang antimainstream justru uda mainstream kayaknya :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eiya bener ya, sekarang udah banyak yang anti-mainstream jadinya mainstream ._.

      Delete
    2. Trus yg mainstream jadi anti mainstream?

      Delete
  3. haha bener juga yakkk, tapi buat yang poin ke 6 aku sih ga pernah takut beda dari orang lain, malah aku seneng kalo aku beda :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biar anti mainstream ya kakakkkk

      Delete
  4. saya gak ikut semua akun socmed. Dulu, pernah ikut-ikutan buka path, ternayat saya gak juga menemukan kliknya di sana. Akun socmed saya terbatas. Dulu saya link ke berbagai socmed, maksudnya supaya hemat waktu. Tapi, sekarang udah enggak. Paling IG aja yang masih. Karena cuma sesekali upload foto. Tapi, kalau FB ke twitter atau sebaliknya, gak lagi saya link. Gak efektif

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahahaha aku setuju deh sama kak keke

      Delete
  5. fly over blm jadi juga udh ada cabenya. ini menandakan kalo di indonesia banyak cabenya. hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanah subur ki. Hahaha banyak cabe tumbuh

      Delete
  6. Jangan ngaku anti mainstream kalo ditanya nama vokalis kufaku band aja kagak tau haha

    ReplyDelete

kalo ada komentar yang bisa memunculkan amarah emosi jiwa raga nusa dan bangsa, jangan marah ya kalo dihapus. boleh juga tulis ide kalian untuk postingan berikutnya di sini.