LAWAN TUBERKULOSIS (TB)

Pernah mendengar Tuberkulosis? Atau mungkin lebih akrab dengan sebutan lainnya yaitu TB atau TBC? Jika sudah pernah, mohon koreksinya jika ada kekeliruan. Sebab apa yang saya tulis di sini adalah sesuai dengan apa yang didapatkan selama Workshop Blogger Dalam Rangka Perayaan TB Day 2015 di Bandung. Tahu gak sih? Kalau jumlah kasus TB di Indonesia menduduki peringkat ke-4 terbanyak di dunia. Kasus TB anak di Indonesia yang tercatat saja nih sudah sebanyak 26.020 di tahun 2013. Nah, yuk intip sebenarnya TB itu apasih? Siapa aja yang bisa terkena TB? Tanda dan gejalanya bagaimana? Obatnya gratis tidak? Dan yang paling penting bisa sembuh tidak? 

TB itu apasih?

Perkenalan pertama tentang Tuberkulosis disampaikan oleh Dr. Prayudi Santoso, bahwa penyakit TB disebabkan oleh bakteri/kuman TB yaitu Mycobacterium tuberculosis. Kuman ini suka sekali oksigen sehingga 80% pengidap TB diserang melalui paru - paru. Padahal kuman ini juga bisa menyerang organ lain yaitu tulang, sendi, usus, kulit, kelenjar getah bening, bahkan selaput otak. Itu baru TB biasa, ada juga TB-MDR (Multi Drug Resistent). TB jenis ini adalah TB yang disebabkan karena kuman TB sudah kebal obat. Artinya selama masih dalam fase TB biasa ke fase TB-MDR, kumannya sedang dorman atau aktivitas metabolismenya berhenti sementara namun tidak mati. Mengapa bisa seperti itu? Biasanya pengobatannya tidak tuntas. Bahkan bisa juga tertular langsung dari pasien TB-MDR itu sendiri.


Lalu siapa saja sih yang bisa terkena TB?

Semua usia bisa terkena TB baik bayi, batita, balita, anak - anak, orang tua, bahkan ibu hamil. Namun ada juga orang yang rentan terkena TB yaitu perokok dan pengidap HIV. Buat yang masih merokok, coba dikurangi sedikit - sedikit untuk berhenti total, yah. 


Tanda dan Gejala TB apa saja?

TB biasa dengan TB - MDR gejalanya sama, yaitu batuk lebih dari dua minggu, demam, batuk berdarah, nyeri di dada, berkeringat di malam hari tanpa aktivitas, nafsu makan dan berat badan menurun drastis. Kebanyakan orang menyepelekan sakit seperti batuk, didiamkan saja mungkin. Atau berfikir "ah, nanti juga sembuh". Lebih bahaya lagi jika TB menyerang anak - anak terutama balita. Karena tanda penyakitnya tidak khas seperti orang dewasa yaitu batuk lebih dari 2 minggu. Biasanya dari demam, diare, lesu, tidak seaktif biasanya. Pada anak, gejala biasanya dilihat dari adanya pembesaran kelenjar. Untuk mengetahui apakah anak terkena TB atau tidak adalah dengan sistem skoring. 

Pembesaran Kelenjar pada Anak


Bagaimana kaitannya dengan HIV?

Nah, logikanya seperti ini kita yang merasa sehat saja jika terkena percikan air liur atau dahak pasien TB saat bersin, batuk, atau berbicara maka TB bisa ditularkan. Bagaimana dengan mereka yang memang mengidap HIV? tentu lebih berisiko. Jika sudah seperti ini, maka harap disembuhkan dahulu TB-nya baru kemudian diobati HIV-nya. Mengapa? Sebab kedua obat dari TB dan HIV punya efek samping yang berbeda.

Nah, coba berobat atau cek dahak jika memiliki tanda yang sudah disebutkan tadi ke puskesmas, dokter atau langsung ke rumah sakit.


Obatnya gratis tidak? Bisa sembuh total?

Jangan sedih, obatnya gratis! Pemerintah sudah mencanangkan program ini. Dan apakah teman - teman tahu? Obat TB ini sudah ditemukan sejak 50 tahun lalu dan belum diganti hingga kini lho. Mengapa? karena masih efektif. Asalkan sang pasien mau mengikuti proses pengobatan hingga tuntas. Dan BISA DISEMBUHKAN. Total. Tentu dengan catatan tetap menerapkan hidup yang sehat ya setelah sembuh. Kalau tidak tuntas? Ya kumannya kebal obat malah bisa menjadi TB-MDR. 

Jadi kalau mendengar obat TB itu mahal, perlu diwaspadai. Sebab obat TB yang ada di Indonesia ini memang gratis, maka patut dicurigai keasliannya jika berbayar. Namun jangan langsung men-judge berobatnya gratis. Ada pelayanan yang perlu dibayar. Catat yah, hanya obatnya yang gratis.

Obat TB untuk tahap awal
Klinik TB Tahap Awal dengan Pengaturan Sirkulasi Udara


Lalu bagaimana kita mencegah supaya tidak terkena TB? 

Jaga kesehatan dan jaga kebersihan tentunya, untuk bayi berikan vaksinasi BCG. Karena biasanya sistem imun kita pertama kali akan melawan masuknya kuman TB. Maka untuk perokok dan pengidap HIV yang notabene sistem kekebalan tubuhnya kurang akan mudah terkena kuman TB.

Karena kuman TB menular melalui udara maka hendaknya gunakan masker. Masker khusus untuk TB namanya masker N95. Usahakan saat batuk ditutup dengan punggung tangan. Itu kata dokter loh. Cuci tangan sebelum makan juga penting.

Seserius itukah? Jelas dong. Efek samping dari obat TB ini bisa mual - mual, pusing, nyeri sendi, sakit perut, kesemutan, terbakar di telapak kaki, air seni kemerahan, halusinasi, atau juga depresi. Dan satu lagi yang harus teman - teman tahu, bahwa obat TB ini harus diminum setiap hari selama tahap awal yaitu 2 - 3 bulan. Tahap ke dua diminum 3 kali seminggu selama 4 - 5 bulan. Jika sudah memasuki TB-MDR maka harus melanjutkan pengobatan dengan minum obat dan suntikan setiap hari minimal 6 bulan. Lalu dilanjutkan dengan pemberian obat tanpa suntikan selama 20 kali pengobatan. 1 kali pegobatan adalah 28 hari. Sehingga bisa dibilang untuk sembuh harus menjalani pengobatan selama 2 tahun secara tuntas. Cek dahak rutin, minum obat teratur, dan pasti sembuh.

***

Perjuangan mereka memang sulit, bahkan sangat sulit untuk sembuh. Bukan cuma kesehatan yang mereka pulihkan tetapi juga ketenangan hati. Kebanyakan masyarakat kita (mohon maaf) kurang menghargai pasien TB atau pengidap HIV. Padahal justru dorongan dan semangat dari lingkungan lah yang membantu mereka untuk sembuh. Bagi teman - teman yang merasa artikel ini butuh dibagikan, silakan.

Saatnya kita tanggap terhadap informasi terlebih lagi untuk orang - orang yang ada di sekeliling kita. Bahwa TB bisa dicegah, TB bisa disembukan! AYO LAWAN TB!


LAWAN TB

*cek hastag #sahabatJKN #lawanTB untuk informasi lengkap.


1 komentar:

kalo ada komentar yang bisa memunculkan amarah emosi jiwa raga nusa dan bangsa, jangan marah ya kalo dihapus. boleh juga tulis ide kalian untuk postingan berikutnya di sini.