Buku itu Abadi #1Day1Dream

Di penghujung bulan juga di penghujung tantangan #1Day1Dream, gue jadi belajar banyak hal. Sebagai anak kemarin sore, gue agak berat menjalani tantangan ini saat di awal. Ritme postingan yang lebih padat membuat gue mirip admin akun berita karena harus apdet setiap hari. Karena biasanya gue nulis seminggu sekali, biar trafik blog juga rata. Tapi lama kelamaan gue jadi memahami betapa sulitnya sebuah buku bisa diterbitkan.

BRIGITA LAURA; Adventurer and Entrepreneur #1Day1Dream

Siapa yang tidak mengenal Lola, iya itu sapaan akrabnya. Di sekolah kami dulu saat masih SMA, Lola cukup populer loh. Bukan cuma cantik, aktif, tapi juga berbakat, sekaligus berprestasi. Gue sama Lola memang tidak pernah sekelas, tapi itu bukan berarti kami gak saling kenal dan saling menyapa yah. Gue mungkin satu dari sekian banyak orang yang mengagumi sosok; Brigita Laura.

NOVIA PUSPA SARI; Galeri Handmade #1Day1Dream

Novia Puspa Sari, biasa gue panggil dengan Sari. Kami dulu satu sekolah saat SMP dan SMA. Beda dengan sebelumnya, mewawancarai Sari justru lebih banyak tertawa. Mungkin karena kami memang biasa bercanda saat bertemu. Tentang Sari, pernah gue tuliskan di Handmade bersejarah. Ia dialah teman yang bisa merajut mulai dari nol hingga sekarang bisa membeli mesin jahit sendiri dari hasil karyanya. 

ECHI PRAMITA; Deep Inside of Me #1Day1Dream

Hari kemarin ketika gue meminta akan memberondong Echi dengan beberapa pertanyaan. Ada rasa yang muncul tidak seperti biasanya. Ia bilang merasa terhormat ketika gue meminta untuk menuliskannya. Gue? Rasa bangga, haru, senang, kagum, malu..bercampur menjadi satu dalam tulisan ini. Ya, ini tentang temanku saat itu kami ada di organisasi yang sama ketika SMA yaitu Karya Ilmiah Remaja (KIR). 

Echi Pramita adalah orang yang ceria, berkali - kali membuat gue berdecak kagum karena karyanya. Pernah goresan tangannya menjadi lambang organisasi keislaman di sekolah kami. Pernah juga kelincahan tangannya membuat mading yang paling menarik di sekolah kami. Juaranya itu dibawa hingga kini, ia berkata pernah membuat karikatur presiden (kala itu Pak SBY yang menjabat) untuk salah satu rumah sakit di Jakarta. Bercerita tentang Echi, artinya gue sama saja bercerita tentang keajaiban. Ingatan gue melayang jauh saat ia masih bisa berjalan, berlari, sekedar menghampiri atau saat terburu - buru. Lalu kelakar Echi malam itu membuyarkan lamunan, ia sempat bertanya pertanyaan essay atau pilihan ganda yang akan gue lontarkan. Benar - benar hiburan. 

Mimpi Echi saat kecil adalah menjadi bidan. Mimpi kecilnya itu dibawa hingga hari dimana ia menyadari ada rasa takut atau orang biasa menyebutnya trauma. Sejak kecelakaan waktu itu, hari dimana gue sama dia berada di ruangan yang sama, di laboratorium. Namun ia putuskan untuk ijin keluar sekolah mengambil kebutuhan organisasi yang mendesak kala itu. Bukan bermaksut membuat drama di sini, tapi mendengar kabar Echi terkena musibah hingga mengharuskannya dirawat intensif di rumah sakit di Jakarta; tentu berjuta rasa penyesalan di hari itu dan hingga kini menimpa kami yang berada di ruangan itu.

Perjuangan melawan jarum suntik penuh dari kaki, tangan, hingga leher. Berbotol - botol infus berganti. Berbulan - bulan tertinggal mata pelajaran. Tapi siapa sangka, kepribadian Echi sama sekali tidak berubah. Gue masih melihat ada banyak asa di matanya. Banyak kebahagiaan di wajahnya. Dan benar saja, dengan adanya tulisan ini gue merasa itu memang benar. Ia percaya bahwa Tuhan punya rencana yang lebih indah. Bahkan jauh lebih indah dari yang kita bayangkan. 

Saat ini, Echi sudah bekerja di yayasan Wisma Cheshire untuk penyandang disabilitas. Bahkan ia juga aktif di sebuah organisasi bertaraf internasional dan menjabat sebagai sekretaris. Tinggal di Jakarta seorang diri, tanpa sanak saudara, tentu bukan hal yang mudah. Terlebih lagi bagi orang berkebutuhan khusus. Dengan akses terbatas, ia memilih bertahan. Meski butuh adaptasi di awal.  Baginya, berpikir positif adalah penguat dan pemacu semangatnya untuk bangkit. Alasan itu lah yang membawa ia belajar untuk mandiri, benar - benar mandiri. 

Mimpi saat ini bukan cuma melanjutkan kuliah ke jurusan Manajemen, satu - satunya yang ia pilih karena diyakini Echi bahwa manajemen yang bisa menyesuaikan kondisi, tidak membutuhkan mobilitas yang tinggi. Ia juga bermimpi ingin menunjukkan sekaligus membuktikan bahwa walaupun Echi punya keterbatasan tapi itu tidak membatasinya untuk berkarya. Ia hanya ingin membuang jauh pikiran dan paradigma yang terlanjur melekat bahwa penyandang disabilitas hanya merepotkan, dan identik untuk dikasihani. Mimpinya sempat membuat gue gak tau harus ngomong apa, gue diam sejenak, lalu bercermin dan...malu. 

Ini salah satu sepak terjang Echi yaitu mengikuti lomba IT di Busan, Korea bulan September lalu. Dan berhasil meraih juara 3 untuk Indonesia.


Echi (mengenakan jilbab hitam) saat lomba berlangsung

Indonesia berhasil meraih juara 3 dalam Global IT Challenge


Jika gue memposisikan diri sebagai Echi, dengan mimpi dan jalan sudah terbuka. Tinggal melakukan sesuatu apapaun yang bisa menghasilkan karya. Kesibukan saat ini mungkin jadi hambatan, tapi bukan berarti perjuangan meraih mimpi juga terhambat. Ada yang perlu diperbaiki di negeri ini, fasilitas umum, akses transportasi, dan perijinan diberbagai bidang sekalipun itu politik. Seharusnya tak ada halangan bagi keterbatasan yang ada.


Echi harap dengan banyaknya masyarakat yang sadar akan kebutuhan dan hak orang lain, maka akan semakin mengurangi tingkat diskriminasi terhadap kaum minoritas juga. Dan seharusnya orang - orang banyak belajar dari orang yang memiliki kekurangan dan keterbatasan.

Terima kasih, Echi. Teruslah berkarya, percaya dan yakin kamu pasti bisa. Di sini ada banyak orang yang mendukung dan membanggakanmu. Semangat!

ALI RAHMAT; Gifu, I’m Coming #1Day1Dream

Siang itu ketika gue minta sedikit waktunya untuk wawancara, Ali sedang membuat pempek di Gifu, Jepang.  Negeri sakura sedang musim dingin, suhu hari itu ia bilang agak cerah hanya 5°C sehingga salju jadi jarang turun. Nama Ali sudah pernah gue sebutkan ditulisan INI. Ali memang hobi makan, gue jadi punya kesimpulan kalo rata – rata orang yang punya hobi ini pasti suka memasak.

Ali Rahmat adalah teman satu angkatan gue dulu di kampus. Mimpi Ali sejak kecil adalah menjadi seorang guru. Baginya, dengan menjadi guru artinya ia bisa meneruskan perjuangan Ayahnya dalam mendidik bangsa ini. Ya, Ayah sudah terlebih dulu dipanggil Sang Khalik ketika usia beliau masih muda. Sang Ayah seorang guru agama di SD Tanjung Bintang, Lampung Selatan.

Mimpi yang ia ukir dari sejak kecil kemudian direalisasikan dengan mendaftarkan diri ke Jurusan Keguruan di Universitas Lampung dan IAIN Radin Intan. Saat itu prinsipnya adalah ia hanya ingin sekolah lagi jika diterima di perguruan tinggi negeri, jika tidak yaa Ali tidak bersekolah. Mengingat asal sekolah yang notabene kurang dilirik perguruan tinggi, karena kala itu ada 36 siswa dari 100 yang tidak lulus Ujian Nasional. Ali tentu tidak berharap banyak, mencoba lebih baik daripada tidak melakukan apapun. Kabar buruk, keduanya tidak lolos. Kemudian Ali mendaftarkan diri ke Jurusan Agroteknologi. Ya, di fakultas pertanian ini ia pun bertemu dengan sahabatnya; Abdul Mutolib (saat ini sedang menempuh S3 tanpa S2 di Universitas Andalas). Tak apa ini sudah membahagiakan yakin saja bahwa rencana-Nya lebih indah.

Proses indah ini dimulai dari semester 5, Ali sudah punya rencana penelitian. Beda sama gue yang kala itu malah kebanyakan galau – galau bersahaja. Tapi Ali mengurungkan niatnya untuk beberapa penelitian. Untuk makan saja susah, apalagi untuk menambal biaya analisis. Sudah lah, ia putuskan untuk nanti saja memikirkan penelitian sembari fokus mengikuti ajang perlombaan bidang Ilmu Tanah di UNS. Benar saja, ia dan kawan – kawan berhasil menyabet juara 2 tingkat nasional.

Prestasinya itu membawanya lebih dekat dengan Dr. Afandi. Beliau adalah pembimbing akademik gue, tapi beliau gak hapal muka gue. Sedih? Banget. Beliau adalah dosen pembimbing skripsi sekaligus mentor yang punya nilai lebih dari sekedar itu di hati dan hidup Ali. Beliau sudah dianggap Bapak oleh Ali. Saat skripsi akan selesai digarap dan tanpa sepengetahuan Pak Afandi, Ali mencari info beasiswa S2. Dimana pun, asal sekolah lagi. Pilihannya adalah Jepang. Bukan Mulai dari mencai email panitia penyelenggara, mencari pembimbing supervisor, mengurus berkas kesehatan dan lain – lain. Semua biaya untuk mengurus itu ia dapatkan dari imbalan menjadi Asisten Dosen dan membantu urusan Pak Afandi di salah satu perusahaan pengalengan nanas di Lampung. Hampir setiap email balasan yang ia terima dari pihak Jepang nihil, bahkan tidak ada jawaban.

Ditengah – tengah rasa putus ada itu tiba – tiba muncul harapan, ada satu pembimbing Pak Afandi dulu yang mau menerima Ali dengan syarat. Pak Afandi sudah tahu rencana Ali ingin S2. Dengan pengumpulan berkas yang terlewat dari deadline, tentu Ali tidak berharap banyak. Alasannya hanya sebagai upah kerja keras yang sudah ia lakukan. Satu bulan kemudian, ADA BALASAN! Karena takut salah membalas, Ali mem-forward setiap balasan ke email Pak Afandi. Dari beliau lah ia mengetahui ada ‘tanda’ yang mengisyaratkan akan gugur seleksi. Namun ia tetap senang, setidaknya berkas yang telat itu masih mau diseleksi oleh panitia.

Malam itu, ditengah suasana seperti biasa yaitu urusannya dengan perusahaan pengalengan nanas. Ia membuka email, tidak ada sesuatu yang istimewa. Jelas itu hanya sekedar iseng. Tanpa diduga, satu emai masuk dan memaparkan jelas makna kata; DITERIMA! Senang sekaligus ada rasa greget, karena reaksi Pak Afandi sangat datar. Seperti tidak ada yang istimewa. Kata selamat pun gak terdengar. Tapi keesokan harinya, Pak Afandi pamer ke staf perusahaan soal keberangkatan Ali ke Jepang. Sekarang, Ali sedang membangun mimpinya menjadi seorang pengajar. Di Gifu University, ia menemukan banyak hal. Mulai dari mengikuti berbagai event kebudayaan, hingga mengharuskan dirinya bekerja part time karena biaya hidup di sana agak lumayan. Setelah mimpinya ia raih, Ali ingin sekali tinggal bersama dan memuliakan Ibunya. Karena sejak kelas 5 SD mereka terpisah, paling lama hanya 3 – 4 minggu bertemu.


Kalo gue memposisikan diri menjadi Ali; suatu hari nanti entah berapa lama setelah cita – cita ini terwujud, gue mungkin akan melanjutkan lagi ke jenjang berikutnya. Tapi gak meninggalkan Ibu di sini. Mengajar, memuliakan, dan meraih impian akan gue lakukan sekaligus. Cerita menjadi Ali inspiratif, mungkin membuat satu buku biografi bisa memotivasi puluhan bahkan ratusan orang. Bahwa benar yang Ali bilang ‘Impossible is nothing, nothing is impossible’.


tarian Gatot Kaca saat pentas kebudayaan


bersama Dr. Afandi

Soil Judjing Contest. Universitas Lampung meraih juara II. sumber disini
Ali di Negeri Sakura. Sumber disini


“Jadikan kelemahan sebagai kekuatan, dan kekuatan sebagai kelemahan. Adakalanya kelemahan menjadi pemacu motivasi tersendiri; seperti Ali yang tak sempurna secara fisik tapi itu membuat Ali harus berbuat lebih agar tidak dipandang sebelah mata. Atau bagi mereka yang menganggap kecerdasaan adalah kekuatan. Bagi Ali itu kelemahan; karena kecerdasan yang tidak terkontrol akan menjadikan sikap sombong dan angkuh. Aku hanya ingin menjadi seperti ini apa adanya tanpa perlu ‘make up’ untuk berteman dengan orang lain”- Ali Rahmat


Terimakasih, Ali. Bagi temen - temen yang mau berkunjung ke blog Ali klik disini.

NURUL HANIFAH; Learning by Cooking #1Day1Dream

Orang yang pertama gue tulis adalah Nurul Hanifah, mungkin kalian yang udah terbiasa baca tulisan gue gak asing dengan nama ini. Bukan pilih kasih, bukan juga nepotisme *halah tapi gue punya alasan yang kuat untuk menuliskannya dengan mimpi yang sedang ia jalani saat ini. Menimbang beberapa waktu lalu, gue sempat menangkap dari peserta lain/pembaca blog gue yang masih sekolah lalu bingung, resah, gundah dan gelisah hendak melanjutkan kemana. Maka dialah orang yang tepat untuk menjawab rasa ketidak-nyamanan itu.

(Gak Sekedar) Jago Masak – Arul #1Day1Dream

Oke berbekal lagu SNSD – The Boys, ya kalo gue boleh jujur gue juga gak tau kenapa ada lagu ini di daftar lagu gue. Mungkin dia turun dari langit. Hvft. Nah, hari ini adalah hari terakhir gue menuliskan mimpi sesama peserta project #1Day1Dream. Buat yang gak kebagian gue tulisin jangan sedih ya. Oke, gue barusan berasa penting. Abaikan. Masih inget gak sama mimpi gue yang Transformasi Neng Singkong Jadi Neng Combro? Gak ya? Yaudah sih basa basi boneng aja gue. Intinya di sana gue sudah memaparkan betapa mempesonanya skill memasak gue. Ahak. Kalo ada yang mau mengeluarkan sesuatu dari dalam perutnya, silahkeun di pojokan sana. Gue mau tjurhat dulu, gue bingung banget sama nama aslinya siapa soalnya gue mention di twitter-nya gak dibales – bales. Di blognya tertera Chairul Sinaga, di g+ nya tertera Anwar Sinaga dan di twitter-nya Arul Ivansyah (@Arulivansy). Hvft. Arul tinggal di Praya ya? Itu daerah di Lombok kan? Yaudah abaikan saja pertanyaan – pertanyaan gue ini, yang penting sih dia anak pondokan yang bermimpi bukan hanya sekedar jago masak.

Jadi Sarjana – Intan #1Day1Dream

Uhuk! Ini malem minggu ya, gaes? Bihikhik. Pura – pura gak tau aja deh ya. Kita kan anak LDR. Satu tingkat di atas jomblo. Bangga dikit *nyengirgajah. Oke tenang sodara – sodara malam ini gue tetep menjalankan tantangan #1Day1Dream dari Kancut Keblenger. Sebagai anggota penyembah siluman kancut yang baik, walaupun dalam keadaan sendiri. Eh betewe kok lagu yang muter di telinga gue pas banget yak ‘I Have a Dream’-nya Westlife. Oke, kalo dipikir – pikir dari lagu gue jadi berasa tua (lagi). Efek udah lama gak update lagu jadi gitu. Sudah…Sudah. Mari kita fokus membahas mimpi. Cekiciw ~

Di atas 54,00 – Syifa #1Day1Dream

Kali ini gue mau bernostagila eh maksutnya bernostalgia dulu. Berhubung mimpi yang datang dari @Asysyifaahs anggota Kancut Keblenger region Jakarta ini mengingatkan gue ketika jaman SMA dulu. Eh bentar deh, udah berapa tahun yang lalu ya. Emm…lima tahun. Oke, gue berasa tua. Di atas 54,00 #1Day1Dream adalah target nilai NEM yang Syifa gadang – gadang kan. Kalo gue boleh jujur sih, NEM gue dulu gak sampe 50. Serius, cuma 49,60. Haha. Emang gue sama Syifa beda sih ya. Gue dulu mah lulus aja syukur banget deh, tapi Syifa gak begitu. Ini yang perlu di contoh nih sama gue adik – adik yang masih sekolah. Jangan contoh daku yang dulu asal yang penting lulus aje. Oke balik ke judul.

Menghafal Asmaul Husna dan Juz ‘Amma – Prima #1Day1Dream

Seperti hari sebelumnya, kali ini gue akan menuliskan kembali mimpi dari salah satu peserta blogging project ini yaitu MenghafalAsmaul Husna dan Juz ‘Amma #1Day1Dream. Dan mimpi itu datang dari seorang Primadita Rahma, anggota Kancut Keblenger region Yogyakarta. Jauh ye…kalo dari Lampung. Gue mention akun twitter-nya (@primaditarahma) tapi belum di bales. Manggilnya Prima aja deh ya, maaf ya Prima kalo panggilan gue gak sreg. Gue ikutin aja yang ada di blog. Hihi. Oke gaes, melihat dari judulnya aja kita udah tau ini mimpi sungguh sangat mulia banget sekali. Lebai banget ketikan gue barusan. Oke langsung aja ya gue tulisin gimana dan kenapa sih Prima sampe punya mimpi ini? 

Keluar dari Rumah - Desi #1Day1Dream

Hari ini dan 4 hari ke depan, gue akan menelurkan tulisan yang induknya berasal dari sesama peserta blogging project #1Day1Dream. Peraturannya adalah gue ditugaskan *halah untuk menuliskan kembali mimpi – mimpi mereka berikut komentar positifnya. Menurut gue, teman yang ini sangat bermanfaat karena secara gak langsung komunitas gue yang satu ini (re; KancutKeblenger) menginginkan para anggotanya (re; Kawancut) untuk saling ramah dan menjamah blog satu sama lainnya. Iya yang biasa dikenal dengan blogwalking.

Mimpi pertama yang akan gue ulas adalah mimpi dari seseorang yang bernama….Arifinda D. Putri @adesianap. Gue langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan judulnya yang ‘Keluar dari Rumah #1Day1Dream’. Nah loh, bentar ya gue biasakan ijin dulu sama empunya nih. Sembari nulis ini gue sambil mention-an, ternyata panggilannya DESI anggota Kancut Keblenger region Jakarta. Dah ya kenalannya, sekarang langsung cerita ke mimpinya. Cekiciw ~

SCRAPBOOK KITA #1Day1Dream

Kalian yang merasa rajin blogwalking ke ‘rumah’ gue ini mungkin jarang atau gak menemukan tulisan gue soal orang yang gue anggap ehm…spesial. Tulisan gue di awal kebanyakan membahas tips – tips yang sebenernya gue juga gak begitu yakin bisa kalian gunakan. Atau tentang tulisan gue dengan tema lounge. Atau juga penuh dengan cerita – cerita absurd gue mulai dari gue masih piyik, SD, SMP, SMA, Kuliah, sampe gue jadi pengangguran dan hingga akhirnya tercipta blog yang amat penting buat gue ini.

Rumah Baru dan Pesulap Kamar #1Day1Dream

Tinggal di perumahan komplek milik perusahaan karet ini memang nyaman. Rumah gratis plus air bersih yang melimpah meskipun musim kemarau tiba. Gue lahir di sini, kecil di sini, remaja di sini, hingga beranjak dewasa juga di sini. Ada banyak alasan buat gue untuk bilang ini rumah dinas paling ‘pewe’ dibanding rumah – rumah dinas lain. Halaman rumah gue lebar banget. Setiap habis nyapu halaman, tangan berasa mau pisah dari raga gue. Pegel ampun – ampunan. Bonus tanah kosong yang kemudian dimanfaatkan untuk menanam singkong, kadang terong, kadang cabai, kadang umbi – umbian, kadang tomat, kadang kacang panjang, kadang pisang. Yah, itu sesuai mood aja mau menanam apa. Bukan cuma itu, di belakang rumah juga ada kolam ikan, bekas kandang kambing, kandang kelinci, juga ada kandang ayam.

Move On dari Angka 45 #1Day1Dream

Gue adalah manusia yang identik dengan kata susah move on. Gue harus mengakui itu sebagai satu kelemahan yang emang bikin gue bilang ‘HIH’. Bukan cuma persoalan cinta *halah tapi juga soal berat badan. Ada sebagian manusia di muka bumi ini mungkin bertolak belakang dengan apa yang gue alami. Ada juga yang mungkin lebih parah dari yang gue alami. Entah kenapa gue termasuk kedalam kelompok manusia yang susah move on dari angka. Dulu waktu gue masih SD kelas 6, saat itu ada pendataan untuk siswa – siswi yang mengharuskan semua murid untuk mengisi formulir lengkap. Jadi ada pertanyaan ‘punya kutu apa gak’, kalian harus tulis jawabannya. Harus. Dan gue udah ambil ancang – ancang dengan jawaban ‘rahasia’. Kata pak guru sih dulu gitu, karena masih polos dan lugu ya nurut aja.

Punya Daya Keseimbangan Terbaik di Dunia #1Day1Dream

Hari itu gak seperti biasanya. Beberapa bulan yang lalu atau lebih tepatnya tahun lalu atau lebih tepatnya waktu gue masih sibuk – sibuknya skripsi. Oke, lebih tepatnya sebelum gue mikirin soal ke depan mau kerja apa dan gimana bentuknya. Tadinya seperti biasa, gue ngajar ngaji. Ada sesi tanya jawab dikit sama adik – adik, eh tepatnya sesi tjurhat mereka sih biar gue kayak mamah dedeh gitu katanya dan biasanya setelah itu gue pulang ke rumah. Tapi malam itu beda. Ibunya adik – adik yang biasa sibuk dengan laptop, dan nganter gue pulang sampe depan pintu. Malam ini mendekat dan membicarakan satu hal yang gue sebut itu; masa depan. Dari situ pemikiran dan mimpi gue berubah.

Transformasi Neng Singkong ke Neng Combro #1Day1Dream

Tadinya gue mau menuliskan cita – cita gue yaitu menjadi titisan Farah Quin. Tapi berhubung kayaknya gue gak seksi, gak eksotis, gak jago masak pula maka niat itu gue urungkan. Padahal gue tuh beneran pengen punya mimpi ‘bisa masak apa aja’. Contohnya nih, gue pengen masak batu terus berubah jadi pizza. Gue juga melirik skill memasak gue kayak apa. Dulu waktu masih kecil, masak mie instan aja gue mesti bolak – balik 10 kali buat nanya ke Ebo bener apa gak caranya gitu. Gue gak nyangka kalo kelemahan gue itu ikut tumbuh seiring gue dewasa. Kadang telor dadar gue berubah jadi garem di goreng. Kadang juga, sayur katuk gue persis rasa daon dicelupin ke air. Dan yang bikin heran adalah kalo gue masak bukan di rumah, masakan gue enak. Mungkin alat – alat masak di rumah gue itu gak suka kalo gue yang nyentuh ya. Entah lah.

WAHYUDIN dengan KETANGGUHANNYA #1Day1Dream

Di tahun 2013, sosok Wahyudin khas dengan gayanya yang tanpa alas kaki alias nyeker, punya hati yang dermawan, punya rasa percaya diri yang besar, dan bercita – cita mulia hadir di salah satu talkshow. Ya, ia adalah pemulung tampan nan mempesona itu. Ia tinggal di Kampung Kalimanggis, Bekasi, Jawa Barat. Terlahir sebagai anak sulung dari 3 bersaudara. Ayah dan ibu Wahyu adalah petani yang menggarap lahan kosong milik orang lain. Dengan kondisi itu, orang tuanya sibuk memenuhi kebutuhan perut saja. Alhasil, sekolah pun bukan hal yang prioritas bagi orang tuanya.

Casey Stoner dengan Impiannya #1Day1Dream

Di sini siapa yang gak tau Casey Stoner? Coba sini kasih tau gue dulu, biar gue kasih pukpukpuk. Kenapa sih harus Casey Stoner? Karena si Abang Stoner bukan cuma mengagumkan diliat dari sirkuit, tapi juga mengagumkan diliat dari prinsip hidupnya. Oke sebelum ke situ, gue mau tulisin dulu perjuangan si Abang dalam mencapai mimpinya.

Casey Stoner lahir bukan dari keluarga kaya, tapi sangat menyukai balap mulai dari bapak, ibu, sampe kakak perempuannya. Abang Stoner mulai balap dari umur 4 tahun, tapi baru menang pas umur 9 tahun. Untuk nerusin karir balapnya, dia sekeluarga hijrah ke Inggris umur 14 tahun dengan modal seadanya aja. Orang tuanya menjual seluruh tanah pertanian yang merupakan satu – satunya modal yang ada di Australia. Gue salut deh sama dukungan keluarganya yang besar, apalagi itu untuk menggapai mimpi anaknya. Dan rela sekeluarga tinggal di karavan. Apalagi kalo bukan karena dana yang terbatas.

Bob Sadino dengan Usahanya #1Day1Dream

Gue bilang beliau adalah Pengusaha Nyentrik. Di twitter beliau biasa dengan tagarnya yaitu #MerekaBilangSayaGila. Gue gak tau ini bakalan dimarah apa gak sama Om Bob (sapaan akrabnya) kalo tau gue bahas soal karyanya di sini. Se-tau gue sih, beliau adalah sosok yang ‘se-mau gue’. Makanya gue ijin dulu sama om Zainal Abidin, salah satu kerabat beliau, buat ngebahas om Bob di sini. Kenapa gak ke om Bob langsung? Ya karena beliau udah gak aktif lagi di twitter. Malah sempet kan denger ada yang bilang beliau udah meninggal*. Dih hoax kok segitunya ya. Eh tapi jujur, gue takut nanti kalau nanti di-sekak sama beliau kalo gak ijin. Hihi. Lebai. Gak ding, berhubung gue sama om Zainal udah temenan di twitter ya jadi ijin aja. Nih, gue kasih tau bocorannya; 

Dian Pelangi dengan Desainnya #1Day1Dream

Gue suka sama hal – hal yang berbau desain. Dulu waktu gue masih SMA kelas satu, coretan tangan gue sempet dipuji sama guru kesenian. Sampe gue ditawarin buat kuliah desainer di Jakarta. Padahal gue asal aja sih gambarnya. Haha. Wah sayang banget nih, buku gambar gue yang ada desainnya kayaknya udah ketumpuk dimana tau deh, jadi gak bisa kasih potonya. Lanjut pas kuliah gue juga sempet diminta sama temen untuk buat desain kebaya pestanya. Hihihi. Guenya seneng banget walaupun gak dikasih apa – apa. Buat gue yang terpenting adalah orang mau pake karya gue itu udah pencapaian plus kebahagiaan. Oke cuma segitu aja bates ke-suka-an gue sama desain. Selebihnya; iseng.

Andrea Hirata dan karyanya #1Day1Dream

Sebelum gue bercerita banyak soal judul yang gue tulis. Gue mau ngasih tau dulu kenapa tulisan gue beda dengan 10 hari kemaren. Nah dirules-nya @KancutKeblenger dalam blogging project #1Day1Dream; untuk 5 hari ke depan mulai dari tangal 11 sampe tanggal 15 Januari 2015, gue bakalan nulis tentang sosok yang gue kagumi beserta karyanya. Oke dan ini lah sosok pertama yang gue kagumi dengan karyanya;


Handmade bersejarah #1Day1Dream

Entah kenapa gue sangat menghargai barang handmade, pernah ada temen gue yang baru bisa ngerajut trus open order hasil rajutannya. Gue langsung pesen gak pake mikir lagi. Walaupun itu cuma sebates kotak pensil atau bros buat jilbab. Pernah juga gue dikasih gambar tangan sama temen gue dan sampe sekarang masih ada di dompet gue, gambarnya di laminating.


Trus hubungannya sama bersejarah apa?

ayo sekolah! #1Day1Dream

“abis ini rencana kamu apa? Sekolah lagi?” tanya Dosen Penguji gue waktu kompre.

Dengan yakin gue pun meng-iya-kan pertanyaannya.

“Iya, Pak. Pasti. Kalau ada kesempatan.”


Gue inget banget percakapan itu sampe sekarang. Secara gak langsung, di ruangan itu gue punya 2 hal penting. Pertama; gue berhasil mendapatkan gelar sarjana, mimpi Bapak sama Ibu yang pengen banget bisa nyekolahin anaknya sampe jenjang perguruan tinggi. Gue bilang mimpi, karena keluarga gue bukan kelas menengah apalagi kelas atas. Sederhana. Gue bersyukur banget bisa jadi anak yang menggapai mimpi orang tuanya. Apalagi nilai gue cukup bagus. Tulisan di transkrip sih cum laude. Hehehe.

Sang Anak Rasa

Suara ombak berderu menyentuh bibir pantai
Membelai lembut ratusan juta pasir dan gugusan karang
Aku berdiri mematung di sana memperhatikan setiap jengkal buih yang terpahat
Mengapungkan lamunan tentang rasa

Ku tenggelamkan dalam – dalam angan itu
Sambil menyapa angin yang sedari tadi menyibak tubuhku
Akankah ia muncul ke permukaan?
Atau akan hanyut terbawa ajakan arus?
Atau mungkin akan selamanya tenggelam di dasar sana?

Pengen Punya APeSeH #1Day1Dream

Ih gila alay banget ketikan gue ya, gede kecil – gede kecil gitu. Gapapa deh ya itung – itung ikut berpartisipasi dalam melestarikan kebudayaan Indonesia; budaya alay. Warga negara yang baik banget kan gue? Kali ini gue gak mau bikin – bikin cecuatu lagi. Soalnya episode #1Day1Dream yang kemaren itu kayaknya mesti ngeluarin tenaga ekstra buat mewujudkannya. Gue sih serius dengan mimpi yang kemaren, soal PEMANTIK dan Ada Kabar Gembira a.k.a MUSEUM 90 an. Pengen banget bermanfaat buat diri sendiri dan juga orang lain. Nah kalo yang sekarang, gue cuma pengen punya cecuatu. Cecuatu yang mungkin aja bakalan tercipta di kemudian hari. Udah ah intro-nya. Mau kasih tau dulu nih....

Apasih APeSeh itu?

Ada Kabar Gembira #1Day1Dream

ADA KABAR GEMBIRA!! SEKARANG KULIT DURIAN ADA EKSTRAKNYA LOH!

….

Eh, gak ding.

Kabar gembiranya adalah *JENG JEEEENG* gue pengen kalian wahai teman – teman satu perjuangan, satu generasi, dan satu angkatan. Yap! Satu angkatan. ANGKATAN 90 an. Awalnya gue gak kepikiran sama sekali buat nulis ini ditambah dengan mood yang lagi gak bagus, mungkin karena gue lagi kangen pacar (maap ya mblo), terus keinget waktu lagi jalan ke toko buku. Maklum, anak rajin jadi jalan aja ke toko buku. Euhem. Nah di sana gue inget waktu itu gue sama dia cekikan hampir di tegor sama babang – babang supervisor gegara denger suaraa ketawa gue yang agak mengerikan. Lebih tepatnya kayak orang nangis sih.

bisa buat PEMANTIK #1Day1Dream


Loh, apasih hubungannya pemantik sama semangat?

Woles men, gue cimihau dulu ya. Kalo 5 hari kemaren gue nulis soal #1Day1Dream tentang impian gue yang seolah nyata. uhuk!. 5 hari ke depan gue mau nulis soal impian gue yang merepet – merepet ke kenyataan. Yang hampir gak mungkin gue raih. Tapi gapapa kan? Bebas kan? Namanya juga mimpi. Anda penasaran? Iya deh di kasih tau.
Impian gue adalah pengen bikin:

Liebster Award dan Blogger Indonesia

HALOHAAAA! Gimana sehat gaes? Seneng deh ah kalo pada baek – baek semua ya. Kali ini gue bukan mau curhat eh tapi curhat juga gapapa sih ya -_- sekarang gue mau nulis soal LIEBSTER AWARD. Tadinya gue sempet mikir, liebster itu adeknya lobster apa gimana sih? oke, yang barusan itu gak lucu. Awalnya ada salah satu blogger yang namanya Dita Astiani mampir ke kolom komen di postingan gue yang ini. Gue kaget plus roaming sih waktu baca komen dari dia. Apalah arti Liebster Award. Ya kan. Karena gue takut jadi sungguh mati aku jadi penasaran, langsung gue visit blognya. Abis gue terawang, barulah gue ‘ngeh’ apa itu Liebster Award.

Bisa dibilang gue termasuk nominasi; kata Dita sih. Untuk menghargai pemberiannya sekaligus untuk mempererat tali silaturahmi sesama blogger. Gue pun tergugah hatinya untuk ikutan memperkenalkan apa itu Liebster Award. Gue yakin bukan cuma gue doang yang roaming. Ngaku?

Rumah Pertanian #1Day1Dream

Pertama, gue mau curhat dulu. Jadi ketika gue googling dengan kata – kata itu, yang muncul adalah ini Rumah Pertanian di Rhode island, Amerika. Ada yang pernah denger ini? Iya. Ini tempat di pilem The Conjuring. Alamaaaak! Jadi tujuan gue tuh nyari; ada gak sih orang yang rumahnya serba pertanian. Ini gue mau nulis soal rumah idaman malah jadi serem duluan gini. Gue salah masukin keyword.

Kenapa pertanian?

dikondangin #1Day1Dream

HOSH! HOSH! Gue lagi ngejer waktu nih buat nulis tantangan @KancutKeblenger yang ke empat tentang #1Day1Dream. Tinggal satu jam lagi waktu gue buat nulis ini, kalo gak kancut melayang (ancemannya selalu itu). Karna gue ngeri ngebayangin kancut melayang trus dadah – dadah itu gimana makanya gue harus muter otak dulu. Dan TARAAAAMM inspirasi di dapet ketika waktu kefefet. Tapi gapapa sih, gue jadi berasa jadi mahasiswa lagi. Ngos – ngosan di buru tugas. Peristiwa itu sungguh sangat lama rasanya. saat itu gue berasa lagi nunggangin Dinosaurus. Maklumin. Huehuehue.

Ini mimpi gue yang ke-4. 

The power of mobil tahanan Satpol PP

Ini adalah postingan khusus, request datang dari temen gue yang paling pance (re: panjang cerita) se-antero nusantara dan jagad raya galaksi bima sakti. Namanya Nanda. Cowok. Tulen kok. Gue kenal dia pas KKN. Tapi gue berterimakasih juga sih sama dia, karena udah setia pantengin blog gue. Kadang juga suka komen ngeselin, yah gitu deh emang orangnya. Oke gak usah bahas Nanda kebanyakan, nanti dia kesenengan. Gue gak mau. HA HA. Becanda.
KKN itu apa sih?

Bukan “Kolusi Korupsi dan Nepotisme” ya, ini bisa beda cerita (re: rompi orange garis item dua biji). Ini juga artinya bukan “Kamu Kok Nangkring”. KKN itu artinya KULIAH KERJA NYATA. ini salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh semua mahasiswa di kampus gue; Universitas Lampung. Tepatnya pertengahan tahun 2012 lalu, kira – kira gue masih semester 5. Gue sih termasuk beruntung karena ditugasin di daerah yang gak terlalu udik – udik amat. Gak percaya? Patokannya adalah Indomaret! Kalo di desa itu ada Indomaret, artinya idup lo terjamin. Yap. Desa Talang Jawa, Kabupaten Lampung Selatan. Langsung aja ini dia oleh – olehnya. Cekiciiiw~

Buku Itu Abadi #1Day1Dream

Pernah baca postingan gue yang pertama? YANG INI. Iya, tentang pengalaman gue di interview oleh babang – babang HRD ganteng jelek (gue sinis, karena di tolak). Tapi berkat pengalaman itu, gue jadi bersyukur. Kalo bukan karna kata – katanya yang men-jleb-kan hati gue hingga hancur lebur aku tanpamu butiran debu. Lho apa hubungannya sama judul gue? Ya jelas ada dong, bukan hubungan tanpa status #halah. Hubungannya itu:

BACKPACKER ala BLOGGER #1Day1Dream

Gimana nih udah siap baca postingan gue yang ke dua soal tantangan dari @KancutKeblenger? Eh, FYI. Gue nulis sambil disuapin nasi goreng ma ebo (re: ibu) loh hahaha #PamerinAnakKost #Ditendang. Oke fokus ke judul. Jadi gaes, masih inget sama postingan kemaren? Ya oke lo lupa pasti. Gue tau kok, gue emang gampang dilupain. Soal kerja loh! Iya, kerja. Masa’ kabinet aja udah kerja, guenya belom L

Kerja #1Day1Dream

Ini adalah postingan pertama di awal tahun 2015 dan satu dari total 31 postingan yang akan menyusul setiap harinya selama bulan Januari. Oke, awalnya gue ngerasa berat banget dapet tantangan #1Day1Dream dari @KancutKeblenger. Gimana gak berat coba. Buat konsisten nulis setiap minggu aja tuh rasanya EUH gitu, susah coy. Kadang terkendala sama waktu yang emang mepet banget buat nulis. Kadang sama ide – ide yang gak tau kemana perginya. Ah, tapi itu lah perjuangannya. Dan setelah sharing dengan blogger lain akhirnya gue putuskan untuk ikut berpartisipasi dalam tantangan ini. Pertama;